Pendahuluan
Manusia
di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang laindan
membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini
merupakan suatuhakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari
hasil integrasi sosial dengansesama dalam kelompok dan masyarakat. Dalam
kelompok dan masyarakat inilah manusiadituntut untuk dapat berinteraksi dan
berkomunikasi dengan baik.
Komunikasi
adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat
kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia
adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling
terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat
berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara
verbal maupun non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh
suku bangsa).
Para
ahli komunikasi menyatakan tentang definisi,unsure-unsur komunikasi,serta
proses yang terjadi pada saat komunikasi seperti: calr hovlan,Philip
kotler,laswell.agar program KIE berjalan sukses ada beberapa tahapan KIE yang
perlu dilakukan yaitu perencanaan,implementasi dan evaluaasi.
DEFINISI
Istilah
komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama
atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain,
berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi
miliknya.
Beberapa
definisi komunikasi adalah:
1.
Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang
perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi
(Astrid).
2.
Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau
informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3.
Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang
ke orang lain (Davis, 1981).
4.
Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain
(Schram,W)
5.
Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang
lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).
TUJUAN KOMUNIKASI GIZI
Pada
umumnya tujuan komunikasi tujuan anatara lain, yaitu:
1. Supaya yang kita sampaikan dapat
mengerti, sebagai komunikator kita harus menjelaskan kepada komunikan
(penerima) dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat mengerti dan
mengakui apa yang kita maksud.
2. Memahami orang lain. Kita sebagai
komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang
diinginkan kemauannya.
3. Supaya gagasan dapat diterima orang lain.
Kita berusaha agar gagasan kita dapat diterima orang lain dengan pendekatan
persuasive bukan memaksakan kehendak.
4. Menggerakkan orang lain untuk melakukan
sesuatu, menggerakan sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan.
Kegiatan dimaksud di sini adalah kegiatan yang lebih banyak mendorong, namun
yang penting harus diingat adalah bagaimana cara baik untuk melakukan
tujuan
dari komunikasi adalah seperti yang dikemukakan oleh Dan B. Curtis dalam buku
Komunikasi Bisnis Profesional sebagai berikut :
Memberikan
informasi, kepada para klien, kolega, bawahan dan penyelia (supervisor)
Diberi
informasi, karena perilaku diberi informasi merupakan bentuk interaksi
komunikasi. Orang atau masyarakat cenderung merasa lebih baik diberi informasi
yang diperlukannya atau yang akan diberi jalan masuk menuju informasi tersebut
yang merupakan bagian dari keadaan percaya dan rasa aman.
Menolong
orang lain, memberikan nasihat kepada orang lain, ataupun berusaha memotivasi
orang lain dalam mencapai tujuan.
Menyelesaikan
masalah dan membuat keputusan, karena semakin tinggi kedudukan/status seseorang
maka semakin penting meminta orang lain untuk keahlian teknis sehingga dalam
menyelesaikan masalah/membuat keputusan tersebut harus ada komunikasi untuk
meminta data sebagai bahan pertimbangan.
Mengevaluasi
perilaku secara efektif, yaitu suatu penilaian untuk mengetahui hal-hal yang
akan mereka lakukan setelah menerima massege.
Fungsi Komunikasi Gizi
Dalam
suatu organisasi baik yang berorientasi komersial maupun sosial, komunikasi
dalam organisasi atau lembaga tersebut akan melibatkan empat fungsi, yaitu:
1.
Fungsi informatif
Organisasi
dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi
(information-processing system). Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu
organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik
dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi
dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti informasi pada dasarnya
dibutuhkan oleh semua orang yang mempunyai perbedaan kedudukan dalam suatu
organisasi. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk
membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi
di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi tentang
jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti dan sebagainya.
2. Fungsi Regulatif
Fungsi
regulatif ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu
organisasi. Pada semua lembaga atau organisasi, ada dua hal yang berpengaruh
terhadap fungsi regulatif ini, yaitu:
a.
Atasan atau orang-orang yang berada dalam tataran manajemen yaitu mereka yang
memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan.
Disamping itu mereka juga mempunyai kewenangan untuk memberikan instruksi atau
perintah, sehingga dalam struktur organisasi kemungkinan mereka ditempatkan
pada lapis atas (position of authority) supaya perintah-perintahnya
dilaksanakan sebagaimana semestinya. Namun demikian, sikap bawahan untuk
menjalankan perintah banyak bergantung pada:
·
Keabsahan
pimpinan dalam penyampaikan perintah.
·
Kekuatan pimpinan
dalam memberi sanksi.
·
Kepercayaan
bawahan terhadap atasan sebagai seorang pemimpin sekaligus sebagai pribadi.
·
Tingkat
kredibilitas pesan yang diterima bawahan.
b. Berkaitan dengan pesan atau message.
Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan
membutuhkan kepastian peraturan-peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan
tidak boleh untuk dilaksanakan.
3.
Fungsi Persuasif
Dalam
mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa
hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan
yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab
pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan
kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan
kekuasaan dan kewenangannya.
4.
Fungsi Integratif
Setiap
organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat
dilaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi formal
seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan
laporan kemajuan oraganisasi; juga saluran komunikasi informal seperti
perbincangan antarpribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga
ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan
keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap
organisasi.
Konseling
gizi adalah serangkaian kegiatan sebagai proses komunikasi 2 (dua) arah untuk
menanamkan dan meningkatkan pengertian, sikap, dan perilaku sehingga membantu
klien/pasien mengenali dan mengatasi masalah gizi melalui pengaturan makanan
dan minuman. Konseling gizi dilakukan oleh seorang ahli gizi.Dalam melakukan
konseling biasanya ahli gizi dibantu dengan menggunakan Food Model sebagai
contoh bahan makanan yang terbuat dari bahan sintesis dengan ukuran dan satuan
tertentu sesuai dengan satuan penukar agar klien/pasien lebih mengerti dan
paham.
Fungsi
komunikasi dibagi menjadi empat bagian. Fungsi-fungsi suatu peristiwakomunikasi
(communication event) tampaknya tidak sama sekali independen,melainkan juga
berkaitan dengan fungsi-fungsi lainnya, meskipun terdapat suatufungsi dominan.
Dalam
setiap sistem sosial, komunikasi memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut antara
lain :
1)
Informasi : Pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaranberita, data,
gambar, fakta dan pesan opini dan komentar yangdibutuhkan agar dapat dimengerti
dan beraksi secara jelas terhadapkondisi lingkungan dan orang lain agar dapat
mengambilkeputusan yang tepat.
2)
Sosialisasi (pemasyarakatan) : Penyediaan sumber ilmupengetahuan yang
memungkinkan orang bersikap dan bertindaksebagai anggota masyarakat yang
efektif sehingga ia sadar akanfungsi sosialnya sehingga ia dapat aktif di dalam
masyarakat.
3)
Motivasi : Menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendekmaupun jangka
panjang, mendorong orang menentukan pilihannyadan keinginannya, mendorong
kegiatan individu dan kelompok berdasarkan tujuan bersama yang akan dikejar.
4)
Perdebatan dan diskusi : Menyediakan dan saling menukar faktayang diperlukan
untuk memungkinkan persetujuan ataumenyelesaikan perbedaan pendapat mengenai
masalah publik,menyediakan bukti-bukti yang relevan yang diperlukan
untukkepentingan umum agar masyarakat lebih melibatkan diri dalammasalah yang
menyangkut kepentingan bersama ditingkat nasionaldan lokal.
5)
Pendidikan : Pengalihan ilmu pengetahuan sehingga mendorongperkembangan
intelektual, pembentuk watak dan pendidikanketerampilan dan kemahiran yang
diperlukan pada semua bidangkehidupan.
6)
Memajukan kebudayaan : Penyebaran hasil kebudayaan dan senidengan maksud
melestarikan warisan masa lalu, perkembangankebudayaan dengan memperluas
horizon seseorang,membangunkan imajinasi dan mendorong kreatifitas dankebutuhan
estetikanya.
7)
Hiburan : Penyebarluasan sinyal, simbol, suara, dan image daridrama, tari,
kesenian, kesusasteraan, musik, olahraga, permainandan lain-lain untuk
rekreasi, kesenangan kelompok dan individu.
8)
Integrasi : Menyediakan bagi bangsa, kelompok dan individukesempatan untuk
memperoleh berbagai pesan yang merekaperlukan agar mereka dapat saling kenal
dan mengerti danmenghargai kondisi, pandangan dan keinginan orang lain.
KONSEP DASAR KOMUNIKASI GIZI
Komunikasi
merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut : Pengirim
pesan , penerima pesan dan pesan
Sebagai
seorang ahli gizi yang bergerak di bidang manajemen. Semua fungsi manajer
melibatkan proses komunikasi dibawah ini :
1. Pengirim pesan adalah orang yang
mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami
oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya.
2. Pesan adalah informasi yang akan
disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesanakan efektif
bila diorganisir secara baik dan jelas. Materi pesan dapat berupa :
a) Informasi
b) Ajakan
c) Rencana kerja
d) Pertanyaan dan sebagainya
Dalam
sebuah pekerjaan setiap orang yang terlibat didalamnya ketika melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya baik selaku pimpinan diberbagai tingkatan maupun
para staf , agar pekerjaannya dapat terlaksana dengan lancar dan harmonis untuk
mencapai tujuan bersama yang disepakati dan ditetapkan, maka unsur kerjasama
harus senantiasa tercipta dengan baik. Dengan terjadinya proses kerjasama maka
unsur komunikasipun dengan sendirinya akan tercipta dalam sebuah Rumah sakit,
karena apapun bentuk instruksi, informasi dari pmpinan ke bawahan maupun
sebaliknya telaahan, masukan, laporan dari bawahan ke pimpinan, antara sesama
bawahan senantiasa dilakukan melalui proses komunikasi“. Semua aktivitas
kebanyakan dicakup dalam komnikasi, dimana komunikasi merupakan dasar bagi
tindakan dan kerja sama.
Bersesuaian
dengan pendapat di atas menurut pendapat Effendy (2000:13) ” Komunikasi adalah
proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain
dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam
situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap
atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang
diharapkan. Menurut Handoko (2002:30) ” Komunikasi adalah proses pemindahan
pengertian dalam bentuk gagasan, informasi dari seseorang ke orang lain ”.
Robbins
(2002:310) mengemukakan ” Tidak ada kelmpok yang dapat eksis tanpa komunikasi :
pentransferan makna diantara anggota-anggotanya. Hnaya lewat pentransferan
makna dari satu orang ke orang lain informasi dan gagasan dapat dihantarkan.
Tetapi komunikasi itu lebih dari sekedar menanamkan makna tetapi juga harus
dipahami
Puskesmas
sebagai suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang berada digaris
terdepan dibidang kesehatangizi masyarakat, juga tidak luput dari pentingnya
komunikas gizi. Pimpinan Puskesmas selaku pimpinan bertanggung jawab lansung
terhadap berfungsinya komunikasi secara kondusif antara dirinya selaku
komunikator dengan para staf administrasi selaku komunikan, “ yang menjadi
persoalan sebenarnya bukan apakah manajer berkomunikasi atau tidak, karena
komunikasi merupakan bagian dari fungsi organisasi. Persoalan sebebenarnya
adalah apakah manajer dapat berkomunikasi dengan baik atau tidak. Dengan kata
lain, komunikasi sendiri tidak dapat dielakkan dalam setiap fungsi organisasi ;
tetapi komunikasi itu mungkin tidak efektif. Setiap manajer harus menjadi
seorang komunikator .
Selanjutnya
menurut Permata Wulandari (2007) mengatakan bahwa ” peran pimpinan dalam
peningkatan komunikasi pada sebauah organisasi membutuhkan tiga hal : pertama,
semua pemaian harus memeiliki kemampuan yang tepat dan mengerti komunikasi yang
baik. Komunikasi bukanlah proses yang indah dan banyak orang membutuhkan
pengertian yang mendalam mengenai issue komunikasi. Kedua, komunikasi
organisasi yang efektif membutuhkan iklim atau budaya yang mendukung komunikasi
yang efektif. Lebih spesifik iklim ini akan membutuhkan kejujuran, keterbukaan,
praktik komunikasiyang baik dan tanggung jawab untuk membuat komunikasi lebih
efektif. Ketiga, komunikasi yang efektif membutuhkan perhatian. Hal ini
bukanlah sesuatu yang lansung terjadi tetapi dikembangkan sebagai hasil usaha
staf dan jajaran manajemen ”. Oleh Karena itu pimpinan Puskesmas dan para staf
administrasi harus tahu betul tentang konsep komunikasi itu sendiri agar
nantinya didalam menjalankan aktivitas organisasinya dapat terlaksana dengan
baik sesuai dengan yang diharapkan, “ secara umum komunikasi dapat disebut
sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita (informasi) antara
dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan dimaksud dapat .
PENUTUP
Komunikasi
gizi adalah suatu usaha yg sistematis untuk mempengaruhi secara positif
perilaku ke masyarakat, dengang menggunakan berbagai prinsip dan metode
komunikasi, baik menggunakan komunikasi interpersonal, maupun komunikasi masa
dengan tujuan masyarakat dapat memahami , mengerti dan menerapkan ilmu gizi
khususnya pola hidup sehat.
Tujuan komunikasi gizi : dapat memberikan
perubahan perilaku masyarakat dan dapat
memberikan pengaruh positif
terhadap peningkatan derajat hdup
masyarakat yang sehat.
Komunikasi
Gizi merupakan Alat penting yang dapat dijadikan sebagai media atau penghubung
antara orang-orang yang bergerak dalam bidang Gizi dan masyarakat untuk saling bertukar informasi. Oleh karena
itu komunikasi sangat penting untuk merubah sikap atau prilaku masyarakat hidup
sehat.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2205913-konsep-dasar-komunikasi/#ixzz26cTOlsBF
http://denbagoesblogspot.blogspot.com/2011/10/komunikasi-informasi-dan-edukasi-gizi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar